A. PENDAHULUAN
Dalam berkomunikasi, pastinya ada komunikator dan komunikan. Yang satu mengeluarkan suara dan yang satu mendengarkan. Namun suara belum cukup hanya suara. Komunikasi tidak akan berjalan lancar apabila yang diajak bicara tidak tahu arti kata-kata yang sedang diucapkan. Tak cukup sampai tahu arti saja, akan tetapi mendapatkan ide yang tepat sesuai apa yang sedang disampaikan. Contoh, ada dua orang yang sedang berbicara menggunakan bahasa inggris. Yang satu berasal dari cina, yang satu berasal dari Indonesia. Orang Indonesia itu berkata ‘ghost’. Ghost dalam bahasa Indonesia artinya hantu. Namun apakah hantu yang ada dalam pikiran kedua orang itu sama? Orang Indonesia akan berpikiran bahwa hantu itu berkain putih, seperti pocong. Namun orang cina tersebut akan berpikiran bahwa hantu itu bertaring seperti vampir, memakai baju cina. Hal inilah yang akan dibahas dalam ilmu semantik.
Semantik adalah salah satu cabang dari linguistik yang mempelajari tentang makna dan atau interpretasi dari tanda atau simbol. Merujuk kepada pengertian ini maka suara, ekspresi wajah, bahasa tubuh bisa mengandung makna. Semantik adalah bidang yang paling beragam dalam linguistik. Oleh karena itu, para ahli semantik setidaknya harus berkenalan dengan ilmu lain, seperti filosofi dan psikologi yang juga menyelidiki tentang penciptaan dan transmisi makna.
B. TIGA TANTANGAN DALAM SEMANTIK
ada tiga tantangan dalam semantik yaitu
1. perputaran
2. memastikan bahwa definisi dari kata adalah benar atau sama
3. arti dalam konteks kalimat
Perputaran
Bagaimana kita bisa menyatakan suatu arti dari suatu kata? Jika kita melihat arti dari kata ferret dalam kamus monolingual bahasa inggris maka artinya adalah domesticated albino variety of the polecat, mustela putorius, etc. Untuk mengerti ini, kita harus mengerti arti dari kata dalam pengertian tersebut. Dalam semantik kita harus mengartikan kata tersebut satu per satu, mulai dari domesticated. Arti kata ini bisa jadi adalah animal, tame living with human being. Karena animal juga kata maka kita harus memberikan pengertian juga. Jika definisi tersebut juga dalam kata, maka mungkin proses ini tidak akan berakhir. Oleh karena itu inilah yang disebut perputaran.
Memastikan Bahwa Definisi Dari Kata Adalah Benar Atau Sama
masalah yang kedua adalah memastikan bahwa definisi dari kata adalah benar atau sama. Jika kita bertanya dimana definisi kata ada, tentu jawabannya adalah ada pada pikiran orang yang berbicara bahasanya.
Arti Dalam Konteks Kalimat
lihatlah kalimat berikut ini! Katanya ga mau makan lagi. Dalam satu kalimat ini akan ada beberapa interpretasi. Interpretasi pertama yaitu bahwa seseorang sedang mereportasi kalimat seseorang. Interpretasi kedua yaitu seseorang langsung berbicara dengan lawan bicara dengan arti bahwa menanyakan kesungguhan tidak mau makan lagi
C. SEMIOTIK
Semiotik, juga disebut semiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang proses tanda. Makna linguistik adalah subjek spesial dari kemampuan manusia untuk menggunakan tanda. Contohnya:
1. bendera merah artinya berbahaya untuk berenang
2. bendera putih artinya menyerah
3. dia bertemperatur tinggi artinya dia punya virus
D. REFERENSI
Dalam ilmu semantik, referensi pada umumnya adalah ditafsirkan sebagai hubungan kata benda atau kata ganti dan objek yang dinamai oleh kata benda atau kata ganti itu. Ada ekspresi linguistik yang tidak bisa digunakan sebagai referensi, contohnya kata sangat, tidak,mungkin, jika,semua. Kata tersebut dinamakan non referensi. Kata-kata itu tentu mempunyai kontribusi makna dalam kalimat, akan tetapi kata tersebut tidak mengidentifikasi satuan yang ada di dunia. Oleh karena itulah dinamakan non-referensi.
Ketika seseorang mengatakan botol dalam suatu kalimat botol itu pecah, kata benda tersebut, yaitu botol adalah ungkapan referensi karena botol bisa mengidentifikasi suatu satuan di dunia. Oleh karena itu disebut referensi.
Selain ungkapan referensi dan non-referensi, ada juga yang dinamakan referensi konstan dan referensi variabel. Referensi konstan adalah referensi yang dimana ungkapan atau kata mempunyai referensi yang sama dalam setiap ucapan. Contohnya, candi borobudur. Semua orang yang mengucapkan kata candi borobudur pasti mempunyai konsep yang sama, yaitu candi, salah satu keajaiban dunia yang berada di Indonesia. Sedangkan yang dimaksud dengan referensi variabel adalah kebalikan dari referensi konstan, yaitu dimana referensi yang mempunyai lebih dari satu referensi. Contohnya dia memukul meja. Untuk mengetahui kata dia merujuk kemana maka kita perlu banyak konteks kata tersebut dalam kalimat.
E. MAKNA LITERAL DAN NON MAKNA LITERAL
contoh makna literal saya lapar. Contoh makna non literal dari saya lapar yaitu saya kelaparan, saya bisa makan kuda. Makna non literal biasa disebut figuratif dan digambarkan dengan gaya metafora, ironi, sinekdok, hiperbola dan litotes.
Metafora
Secara sederhana, metafora dapat didefinisikan sebagai penggunaan kata atau frasa untuk makna yang berbeda dari makna literalnya. Secara tradisional, terdapat dua pandangan tentang peran metafora dalam bahasa, pertama, classical view atau referential view. Berpijak pada sikap Aristoteles dalam memandang metafora sebagai bentuk bahasa dekoratif yang bukan bahasa biasa, metafora didefinisikan sebagai alat retoris yang digunakan pada saat tertentu dan untuk menghasilkan efek tertentu. Dengan demikian, pandangan ini menganggap metafora sebagai bentuk bahasa tidak normal yang menuntut sebentuk interpretasi dari pendengar atau pembacanya, kedua, romantic view, berpendapat bahwa metafora menyatu dalam bahasa dan pikiran secara integral sebagai cara mempersepsi dunia.
F. KONSEP
Dalam konsep, ada konsep yang digambarkan oleh satu kata atau biasa disebut leksikal, dan ada juga yang digambarkan oleh frase. Contohnya saya melihat alat untuk menggaruk badan di toko. Mungkin jika semua orang mulai memakai alat untuk menggaruk badannya, maka akan ditemukan konsep satu kata. Ada pendekatan untuk menggambarkan konsep yaitu necessary dan sufficient condition. Pendekatan ini datang dari pemikiran tentang konsep seperti berikut ini: jika kita memiliki konsep, contohnya wanita, konsep ini harus mengandung informasi penting untuk bisa memutuskan kapan sesuatu di dunia ini disebut wanita atau bukan. Mungkin karakteristik dari wanita itu adalah:
- manusia
- dewasa
- betina
- dll
Seseorang bisa melihat karakteristik tersebut sebagai kondisi, jika sesuatu mempunyai karakteristik tersebut maka disebut wanita. Oleh karena itu, pendekatan ini disebut necessary condition. Dan jika kita menemukan karakteristik yang benar tentang wanita maka disebut sufficient condition.
G. MEMPEROLEH KONSEP
Ada teori bagaimana kita memperoleh konsep yaitu definisi ostensif. Dengan teori ini, anak-anak dan orang dewasa memperoleh konsep dengan cara diarahkan pada contoh yang ada di dunia. Jadi ketika kita sedang berjalan dengan anak kemudian melihat anjing, lihat itu anjing! maka dari situlah anak memperoleh konsep anjing. Akan tetapi teori ini tidak dapat berfungsi tanpa pengetahuan arti kata-kata sebelumnya yang telah di dapat oleh anak.