visitor counter

Friday, 16 October 2009

sekilas tentang Semantik

A. PENDAHULUAN

Dalam berkomunikasi, pastinya ada komunikator dan komunikan. Yang satu mengeluarkan suara dan yang satu mendengarkan. Namun suara belum cukup hanya suara. Komunikasi tidak akan berjalan lancar apabila yang diajak bicara tidak tahu arti kata-kata yang sedang diucapkan. Tak cukup sampai tahu arti saja, akan tetapi mendapatkan ide yang tepat sesuai apa yang sedang disampaikan. Contoh, ada dua orang yang sedang berbicara menggunakan bahasa inggris. Yang satu berasal dari cina, yang satu berasal dari Indonesia. Orang Indonesia itu berkata ‘ghost’. Ghost dalam bahasa Indonesia artinya hantu. Namun apakah hantu yang ada dalam pikiran kedua orang itu sama? Orang Indonesia akan berpikiran bahwa hantu itu berkain putih, seperti pocong. Namun orang cina tersebut akan berpikiran bahwa hantu itu bertaring seperti vampir, memakai baju cina. Hal inilah yang akan dibahas dalam ilmu semantik.

Semantik adalah salah satu cabang dari linguistik yang mempelajari tentang makna dan atau interpretasi dari tanda atau simbol. Merujuk kepada pengertian ini maka suara, ekspresi wajah, bahasa tubuh bisa mengandung makna. Semantik adalah bidang yang paling beragam dalam linguistik. Oleh karena itu, para ahli semantik setidaknya harus berkenalan dengan ilmu lain, seperti filosofi dan psikologi yang juga menyelidiki tentang penciptaan dan transmisi makna.
B. TIGA TANTANGAN DALAM SEMANTIK

ada tiga tantangan dalam semantik yaitu
1. perputaran
2. memastikan bahwa definisi dari kata adalah benar atau sama
3. arti dalam konteks kalimat
Perputaran
Bagaimana kita bisa menyatakan suatu arti dari suatu kata? Jika kita melihat arti dari kata ferret dalam kamus monolingual bahasa inggris maka artinya adalah domesticated albino variety of the polecat, mustela putorius, etc. Untuk mengerti ini, kita harus mengerti arti dari kata dalam pengertian tersebut. Dalam semantik kita harus mengartikan kata tersebut satu per satu, mulai dari domesticated. Arti kata ini bisa jadi adalah animal, tame living with human being. Karena animal juga kata maka kita harus memberikan pengertian juga. Jika definisi tersebut juga dalam kata, maka mungkin proses ini tidak akan berakhir. Oleh karena itu inilah yang disebut perputaran.

Memastikan Bahwa Definisi Dari Kata Adalah Benar Atau Sama
masalah yang kedua adalah memastikan bahwa definisi dari kata adalah benar atau sama. Jika kita bertanya dimana definisi kata ada, tentu jawabannya adalah ada pada pikiran orang yang berbicara bahasanya.

Arti Dalam Konteks Kalimat
lihatlah kalimat berikut ini! Katanya ga mau makan lagi. Dalam satu kalimat ini akan ada beberapa interpretasi. Interpretasi pertama yaitu bahwa seseorang sedang mereportasi kalimat seseorang. Interpretasi kedua yaitu seseorang langsung berbicara dengan lawan bicara dengan arti bahwa menanyakan kesungguhan tidak mau makan lagi

C. SEMIOTIK
Semiotik, juga disebut semiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang proses tanda. Makna linguistik adalah subjek spesial dari kemampuan manusia untuk menggunakan tanda. Contohnya:
1. bendera merah artinya berbahaya untuk berenang
2. bendera putih artinya menyerah
3. dia bertemperatur tinggi artinya dia punya virus

D. REFERENSI
Dalam ilmu semantik, referensi pada umumnya adalah ditafsirkan sebagai hubungan kata benda atau kata ganti dan objek yang dinamai oleh kata benda atau kata ganti itu. Ada ekspresi linguistik yang tidak bisa digunakan sebagai referensi, contohnya kata sangat, tidak,mungkin, jika,semua. Kata tersebut dinamakan non referensi. Kata-kata itu tentu mempunyai kontribusi makna dalam kalimat, akan tetapi kata tersebut tidak mengidentifikasi satuan yang ada di dunia. Oleh karena itulah dinamakan non-referensi.
Ketika seseorang mengatakan botol dalam suatu kalimat botol itu pecah, kata benda tersebut, yaitu botol adalah ungkapan referensi karena botol bisa mengidentifikasi suatu satuan di dunia. Oleh karena itu disebut referensi.
Selain ungkapan referensi dan non-referensi, ada juga yang dinamakan referensi konstan dan referensi variabel. Referensi konstan adalah referensi yang dimana ungkapan atau kata mempunyai referensi yang sama dalam setiap ucapan. Contohnya, candi borobudur. Semua orang yang mengucapkan kata candi borobudur pasti mempunyai konsep yang sama, yaitu candi, salah satu keajaiban dunia yang berada di Indonesia. Sedangkan yang dimaksud dengan referensi variabel adalah kebalikan dari referensi konstan, yaitu dimana referensi yang mempunyai lebih dari satu referensi. Contohnya dia memukul meja. Untuk mengetahui kata dia merujuk kemana maka kita perlu banyak konteks kata tersebut dalam kalimat.
E. MAKNA LITERAL DAN NON MAKNA LITERAL
contoh makna literal saya lapar. Contoh makna non literal dari saya lapar yaitu saya kelaparan, saya bisa makan kuda. Makna non literal biasa disebut figuratif dan digambarkan dengan gaya metafora, ironi, sinekdok, hiperbola dan litotes.
Metafora
Secara sederhana, metafora dapat didefinisikan sebagai penggunaan kata atau frasa untuk makna yang berbeda dari makna literalnya. Secara tradisional, terdapat dua pandangan tentang peran metafora dalam bahasa, pertama, classical view atau referential view. Berpijak pada sikap Aristoteles dalam memandang metafora sebagai bentuk bahasa dekoratif yang bukan bahasa biasa, metafora didefinisikan sebagai alat retoris yang digunakan pada saat tertentu dan untuk menghasilkan efek tertentu. Dengan demikian, pandangan ini menganggap metafora sebagai bentuk bahasa tidak normal yang menuntut sebentuk interpretasi dari pendengar atau pembacanya, kedua, romantic view, berpendapat bahwa metafora menyatu dalam bahasa dan pikiran secara integral sebagai cara mempersepsi dunia.
F. KONSEP

Dalam konsep, ada konsep yang digambarkan oleh satu kata atau biasa disebut leksikal, dan ada juga yang digambarkan oleh frase. Contohnya saya melihat alat untuk menggaruk badan di toko. Mungkin jika semua orang mulai memakai alat untuk menggaruk badannya, maka akan ditemukan konsep satu kata. Ada pendekatan untuk menggambarkan konsep yaitu necessary dan sufficient condition. Pendekatan ini datang dari pemikiran tentang konsep seperti berikut ini: jika kita memiliki konsep, contohnya wanita, konsep ini harus mengandung informasi penting untuk bisa memutuskan kapan sesuatu di dunia ini disebut wanita atau bukan. Mungkin karakteristik dari wanita itu adalah:
- manusia
- dewasa
- betina
- dll
Seseorang bisa melihat karakteristik tersebut sebagai kondisi, jika sesuatu mempunyai karakteristik tersebut maka disebut wanita. Oleh karena itu, pendekatan ini disebut necessary condition. Dan jika kita menemukan karakteristik yang benar tentang wanita maka disebut sufficient condition.

G. MEMPEROLEH KONSEP

Ada teori bagaimana kita memperoleh konsep yaitu definisi ostensif. Dengan teori ini, anak-anak dan orang dewasa memperoleh konsep dengan cara diarahkan pada contoh yang ada di dunia. Jadi ketika kita sedang berjalan dengan anak kemudian melihat anjing, lihat itu anjing! maka dari situlah anak memperoleh konsep anjing. Akan tetapi teori ini tidak dapat berfungsi tanpa pengetahuan arti kata-kata sebelumnya yang telah di dapat oleh anak.

Monday, 9 February 2009

Verb = -ing or to… (3) (like / would like etc.)

A. Like love hate can’t bear enjoy dislike mind can’t stand
There verb and expressions all mean ‘like’ or’ not like’. They are often followed by –ing :
• Ann hates flying.
• Why do you dislike living here?
• I don’t like people shouting at me. (=I don’t like being shouted at.)
After love, hate and can’t bear, you can also use to…. So you can say :
• I love meeting people. Or I love to meet people.
• She can’t bear being alone. Or she can’t bear to be alone.
But after enjoy / dislike / mind / can’t stand, we use only –ing (not ‘to …’):
• I enjoy being alone. (not ‘I enjoy to be’)
• Tom doesn’t mind working at night. (not ‘mind to work’)
B. Like
You can say ‘l like doing something’ or’ l like to do something.’ Often it doesn’t matter which you use, so you can say :
• I like getting up early. Or I like to get up early.
In British English, there is sometimes a difference between ‘I like doing’ and ‘I like to do.’ ‘I like to do something’ mean’ I enjoy it’:
• Do you like cooking? (= do you enjoy it?)
• I like living here. (= I enjoy it)
‘I like to do something’ means ‘I think it is good or right to do it’:
• I like to clean the kitchen as often as possible. (this doesn’t mean that I enjoy it, it means that I think it is a good thing to do.)
• Mary likes people to be on time.
C. Would like / would love / would hate / would prefer are usually followed by to… (infinitive)
• I would like to be rich.
• Would you like to come to dinner on Friday?
• I’d love (=would love) to be able to travel round the world.
• Would you prefer to have dinner now or later?
Compare I like and I would like :
• I like playing / to play tennis. (=I enjoy it in general)
• I would like to play tennis today. (= I want to play today)
Note that would mind is followed by –ing (not to…):
• Would you mind closing the door, please?
D. You can also say’ I would like to have done something’ (= I regret now that I didn’t or couldn’t do something):
• It’s a pity we didn’t. see Val when we were in London. I would like to have seen her again.
• We’d like to have gone on holiday but we didn’t have enough money.
You can use the same structure after would live / would hate / would prefer :
• Poor old Tom! I would hate to have been in his position.
• I’d love to have gone to the party but it was impossible.

YOUR PURPOSE, YOUR CHOICE

Tahun ajaran baru udah di mulai lagi. Akan ada banyak wajah-wajah baru tampil di kampus alias mahasiswa baru. Di dunia baru ini, bagi mahasiswa baru akan banyak sekali tawaran-tawaran gabung dengan organisasi yang ada. Tapi ternyata, selidik punya selidik, minat mahasiswa saat ini buat ikut organisasi sangat miris sekali, kurang lebih hanya 30 % saja yang aktif berorganisasi. Kebanyakan alasannya karena takut nilai IP (Indeks Prestasi)nya jeblok. Padahal kegiatan kita dikampus yang harus dicapai itu bukan hanya nyari nilai aja lho! tapi ada tiga hal yang sangat krusial alias penting yaitu:
1. nyari nilai
hal ini untuk kebanyakan orang harus menjadi nomor wahid, karena selain menjadi pembuktian diri apakah seseorang itu mampu biasanya dilihat dari nilai yang diperolehnya, tapi juga sebagai pembuktian diri kepada orang tua bahwa kita dikuliahin ga sia-sia.
2. nyari ilmu
dalam point ini, pemikiran kita kudu lebih jauh. Karena nyari ilmu itu bukan hanya baca buku tebel-tebel yang isinya cuma teori-teori aja, tapi juga kita perlu ilmu tambahan. Bersyukurlah karena sobat diberi kesempatan buat kuliah, so puas-puasin dech, jangan sampe waktu kita terbuang percuma. Masih banyak ilmu-ilmu lain diluar kelas yang masih berserakan. Contohnya ikut organisasi yang bisa nambahin ilmu, khususnya dalam praktek. Banyak sekali ilmu yang bisa kita ambil yang ga akan kita dapet kalo cuma baca buku doank.
3. nyari rekan
mencari rekan bukan berarti mencari pacar yach (awas jangan negative thinking!!). ikut organiasasi juga sangat penting lho coz dengan bergabungnya di salah satu organisasi maka akses untuk berhubungan dengan orang lain makin bertambah banyak. Biasanya organisasi itu suka kerjasama dengan lintas kampus, lembaga, dll. Secara ga langsung juga kita udah ngejalanin sunah Rasul untuk menjalin silaturahim yaitu melalui organisasi ini.
Tapi ternyata bukan hanya nilai aja lho yang jadi kendala buat ikut organisasi tapi juga katanya ga bisa bagi waktu!!. Sobat, bukannya ngatur waktu juga termasuk salah satu pembelajaran? Waduh……… masa sich ngatur waktu aja masih ga bisa. Udah Mahasiswa gitu lho! ! !
Kata orang bijak mah waktu yang lalu itu tak akan kembali lagi. Jadi sayang donk! Warnai kuliahmu dengan segala fasilitas yang udah disediain oleh kampus, sayang donk udah bayar mahal-mahal tapi ga manfaatin apa-apa yang ada di kampus, contohnya ya organisasi-organisasi.
Faktor terakhir ni sebenernya mau ikutan organisasi tapi katanya ga bisa lah, ga punya pengalaman lah. Tapi masih mending yang ini coz dia udah punya hasrat ikutan. Sobat, kata orang bule mah skill comes with experiences. Ngarti ga nih?hehe. tenang sobat keterampilan itu sambil jalan. Dengan banyaknya pengalaman-pengalaman yang dialami di organisasi, akan semakin mengerti dengan dunia organisasi, asal aktif aja ikutan organisasinya.
Nah kalo udah mutusin mau ikut organisasi, nih ada tips biar ga cuma ngikut-ngikut organisasi aja tapi itu emang pilihan hatimu sendiri!!
Lihat visi dan misi dari organisasi yang mau sobat ambil, kalo emang ga sehati jangan diambil, cari lagi yang lain jangan nyerah. Cari tahu kegiatan apa aja yang udah dilakukan atau akan dilakukan. Yang terakhir tanyain posisi apa yang ada dalam organisasi, terus sesuain posisi yang sobat inginkan.

Selamat beroganisasi yach!! Chayo…………………………….

Use of Supplementary Materials and Activities

Supplementary materials are books and other materials we can use in addition to the course book. They include skills development materials, grammar, vocabulary and phonology practice materials, collections of communicative activities and teacher’s resource materials. Supplementary materials may also come from authentic sources. Course book are organized according to a syllabus, and they are often gradually.
Reasons why we might want to use supplementary materials and activities are:
• To replace unsuitable material in the course book
• To fill gaps in the course book
• To provide suitable material for learners’ particular needs and interests
• To give learners extra language or skill practice
• To add variety to our teaching
Selection of supplementary materials and activities
• Get to know what supplementary materials are available in your school.
• We selecting materials you need to think about how it will improve on material in your course book.
• It may be useful to use authentic material, in order to give learners the experience the experience of working with more challenging texts and tasks.
• The activities in materials designed to develop individual skills often include the use of other skills.
• Many publishers produce materials for practicing separate language skills at different levels.
Use of Supplementary materials and activities
• You need to give special attention to instruction when you use different procedure.
• You can adapt many supplementary materials for use with classes at different levels.
• Games and extra communicative activities can provide variety and make learning fun.

Thursday, 5 February 2009

to be college students, who scares?

Most students intuitively know that university is different from senior high school but most cannot articulate how university differs from senior high school and more importantly are not prepared to successfully transition to university. Pat attention to these tips and you will start university successfully.
Get good achievement in the beginning of the semester. A good start can generate to keep up the achievement in the next semester.
Be selective to make friends. Choose friends who can get along with you and support your study as well.
Know your lecturers. Pay attention to what they like and what they do not like during classes.
Know your seniors. Be nice and polite to them. Show your respect and they will show their respect as well. It can be a good way to access information, to borrow books, notes, and previous reports.
Get the advantage of university libraries. Library is the main source to get important books for free and surely it will save your money.
Don’t be passive students. Avoid this habitual action, go to campus-canteen-play station rent-your house or rent room. Join activities outside your class schedule.
Choose organizations which are fit with your interests, potency, hobbies, and support your study.
Manage your time. In university, you are free to manage your study, weather you want to complete it fast, normally, or slowly. But, remember that every university has its limitation of study time.
Don’t miss any information. Information is urgent for college students. It can be about class schedule, campus events, students’ loan or scholarship, tutorial schedule, etc.
Take care of your health. Consume healthy food, avoid junk food and do exercise regularly.
Keep your motivation. To get your best achievement, you must build sturdy motivation and high self-confidence.